Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Tips Atasi Agar Anak Tidak Mengompol

La Nugraha FM 02/10/2015 0

mengompol

 

Setiap orang tua yang memiliki Balita istilah “ngompol” mungkin tidak lagi asing terdengar. Pasalnya ngompol atau mengompol ini adalah hal yang kerap terjadi pada Balita. Mengompol adalah kebiasaan anak Buang Air Tidak pada tempatnya. Biasanya terjadi ketika tidur di malam hari atau bisa juga terjadi ketika anak tidur pada siang hari. Sedangkan ketika anak terjaga, mengompol biasanya terjadi saat anak sedang asyik bermain, nonton televisi, sedang marah, cemas atau takut.

Mengompol pada usia anak 4 tahun masih di katakan normal, anak laki-laki lebih sering mengompol di bandingkan dengan anak perempuan. Berhenti dari kebiasaan mengompol pada anak berbeda-beda, Hal ini di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

  • Maturitas (atau kedewasaan). Anak dengan maturitas yang lebih cenderung cepat berhenti mengompol.
  • Intelegensi (atau kecerdasan). Anak dengan intelegensi di bawah rata-rata akan lama periode mengompolnya dibanding anak normal.
  • Penyakit kronik, dapat menyebabkan anak sering mengompol.
  • Faktor budaya dan pola asuh orangtua atau pengasuh. Contoh, budaya Jawa yang melakukan toilet training sejak bayi berusia 4 bulan. Biasanya saat bayi gelisah di pagi hari, ibu melepas celana bayi, lalu mengangkat, menggendong dan memeluk bayi sambil mengatakan dengan lembut, “Pipis, ya, Nak”, berulang-ulang. Cara seperti itu merupakan pembelajaran pertama bagi bayi untuk toilet training.
    tips atasi agar anak tidak mengompol

Berikut ini tips atasi anak atau balita agar tidak menompol :

  1. Sebelum anak tidur pada malam hari hendaknya anak di bawa ke kamar mandi dan mintalah ia agar buang air kecil atau kencing terlebih dahulu.
  2. 1 jam sebelum si kecil tidur, tidak di berikan minum air atau memakan buah yang mengandung banyak air terlalu banyak.
  3. Jika si kecil asyik bermain atau menonton televisi, Anda bisa mengingatkan saat jarak antara pipisnya sudah cukup lama. Ajak si kecil ke kamar mandi, dan tunggulah sampai ia buang air kecil disana.
  4. Jika si kecil dalam kondisi marah, cemas atau takut biasanya ia mengompol dengan sengaja sebagai salah satu bentuk protes atau meminta perhatian dari anda. Anak bisa diberi pengertian sambil di peluk bahwa dalam kondisi apa pun tidak boleh mengompol. Beri pengertian juga bahwa air seni itu kotor dan mengandung penyakit sehingga perlu dihindari untuk menyentuhnya.
  5. Bila anak masih mengompol melewati usia normal, maka si ibu harus menganalisis untuk mengetahui penyebabnya. Bisa jadi salah satu penyebabnya, pemberian toilet training yang salah atau terlambat. Atau, berkonsultasilah ke dokter untuk melihat kemungkinan adanya masalah pada organ tubuh atau psikologis, seperti lemahnya otot pada saluran kencing yang dapat menyebabkan anak tidak bisa menahan keinginan untuk pipis.

Leave A Response »